Muslimah Uighur Dipersulit untuk Menutup Aurat
Kamis, 20 Desember 2018
Muslimah Uighur Dipersulit untuk Menutup Aurat
Salah satu kebijakan pemerintah wilayah Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok, adalah pelarangan menjalankan syariat untuk berpakaian menutup aurat bagi muslimah Uighur. Jilbab, niqab dan rok panjang tidak diizinkan untuk dikenakan mereka oleh pemerintah setempat. Hal ini diperparah ketika masyarakat setempat, yang bukan berasal dari etnis Uighur, mengikuti “ajaran” dari pemerintah mereka. Tidak sedikit dari masyarakat ini yang ikut melakukan tindakan persekusi terhadap muslim Uighur.
Seperti pada gambar-gambar berikut. Terlihat bagaimana masyarakat lokal memotong pakaian wanita-wanita muslim asal Uighur di wilayah East Turkistan. Dengan alasan “terlalu panjang”, orang-orang ini memotong pakaian wanita-wanita tersebut.
Persekusi terhadap muslim dan muslimah Uighur yang berlangsung sejak lama, yang kian hari kian menjadi. Gelombang imigran dari etnis Uighur yang keluar dari negeri Tirai Bambu terus bertambah. Mereka ingin mencari kehidupan di mana mereka bisa tenang dan merasa aman dalam menjalani hidup mereka sebagai seorang muslim.
Sahabat, ujian keimanan untuk etnis Uighur juga menjadi ujian dan sentilan untuk kita. Sudahkah kita menjalankan syariat agama kita dengan baik dan benar? Sementara saudara kita di sana diberangus hanya karena pilihan mereka menjadi seorang muslim. Kita juga diuji dengan ikatan persaudaraan dengan mereka. Mampukah kita bersuara untuk membela saudara kita?
#BebaskanUighurBerislam
#SaatnyaUmatSelamatkanUmat
#SaatnyaUmatSelamatkanUmat
